A.
Pengertian Pembelajaran Quantum
Pembelajaran kuantum dapat dikatakan sebagai model pembelajaran
yang menekankan untuk memberikan manfaat yang bermakna dan juga menekankan pada
tingkat kesenangan dari peserta didik atau siswa. Quantum learning ialah kiat,
petunjuk, strategi, dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman
dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan
dan bermanfaat.
B. Tujuan Quantum Learning
Menurut Bobbi DePorter & Mike Hernacki (2011:12) adapun tujuan dari
pembelajaran kuantum (quantum learning) adalah sebagai
berikut.
1. Untuk
menciptakan lingkungan belajar yang efektif.
2. Untuk menciptakan proses belajar yang menyenangkan.
3. Untuk menyesuaikan kemampuan otak dengan apa yang dibutuhkan oleh otak.
4. Untuk
membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karir.
5. Untuk membantu mempercepat dalam pembelajaran
C. Karakteristik Quantum Learning
Budiman (2013) menuliskan beberapa karakteristik umum yang
tampak membentuk sosok Quantum Learning sebagai
berikut:
1.
Berpangkal
pada psikologi kognitif, bukan fisika kuantum meskipun serba sedikit istilah
dan konsep kuantum dipakai. Oleh karena itu, pandangan tentang pembelajaran,
belajar, dan pembelajar diturunkan, ditransformasikan, dan dikembangkan dari
berbagai teori psikologi kognitif, bukan teori fisika kuantum. Dapat dikatakan
disini bahwa Quantum Learning tidak
berkaitan erat dengan fisika kuantum, kecuali analogi beberapa konsep kuantum.
Hal ini membuatnya lebih bersifat kognitif daripada fisis.
2.
Lebih
bersifat humanistis, manusia selaku pembelajar menjadi pusat perhatiannya.
Potensi diri, kemampuan pikiran, daya motivasi, dan sebagainya dari pembelajar
diyakini dapat berkembang secara maksimal atau optimal. Hadiah dan hukuman
dipandang tidak ada karena semua usaha yang dilakukan manusia patut dihargai,
kesalahan dipandang sebagai gejala manusiawi. Ini semua menunjukkan bahwa
keseluruhan yang ada pada manusia dilihat dalam perspektif humanistis.
3.
Lebih bersifat konstruktivistis,
nuansa konstruktivisme dalam Quantum Learningrelatif kuat. Malah
dapat dikatakan di sini bahwa Quantum Learning merupakan salah
satu cerminan filsafat konstruktivisme kognitif, bukan konstruktivisme sosial.
Meskipun demikian, berbeda dengan konstruktivisme kognitif lainnya yang kurang
begitu mengedepankan atau mengutamakan lingkungan, Quantum Learning justru
menekankan pentingnya peranan lingkungan dalam mewujudkan pembelajaran yang
efektif dan optimal dan memudahkan keberhasilan tujuan pembelajaran.
4.
Berupaya memadukan
(mengintegrasikan), menyinergikan, dan mengolaborasikan faktor potensi diri
manusia selaku pembelajar dengan lingkungan (fisik dan mental) sebagai konteks
pembelajaran. Atau lebih tepat dikatakan di sini bahwa Quantum
Learning tidak memisahkan dan tidak membedakan antara apa yang di
dalam dan apa yang di luar. Dalam pandangan Quantum Learning,
lingkungan fisikal, mental dan kemampuan pikiran atau diri manusia sama-sama
pentingnya dan saling mendukung. Karena itu, baik lingkungan maupun kemampuan
pikiran atau potensi diri manusia harus diperlakukan sama dan memperoleh
stimulan yang seimbang agar pembelajaran berhasil baik.
5.
Memusatkan perhatian pada
interaksi yang bermutu dan bermakna, bukan sekadar transaksi makna. Dapat
dikatakan bahwa interaksi telah menjadi kata kunci dan konsep sentral
dalam Quantum Learning. Karena itu, Quantum Learning memberikan
tekanan pada pentingnya interaksi, frekuensi dan akumulasi interaksi yang
bermutu dan bermakna. Di sini proses pembelajaran dipandang sebagai penciptaan
interaksi-interaksi bermutu dan bermakna yang dapat mengubah energi kemampuan
pikiran dan bakat alamiah pembelajar menjadi cahaya-cahaya yang bermanfaat bagi
keberhasilan pembelajar. Interaksi yang tidak mampu mengubah energi menjadi
cahaya harus dihindari, kalau perlu dibuang jauh dalam proses pembelajaran.
Dalam kaitan inilah komunikasi menjadi sangat penting dalam Quantum
Learning.
6.
Sangat menekankan pada
pemercepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi. Di sini
pemercepatan pembelajaran diandaikan sebagai lompatan kuantum. Pendeknya,
menurut Quantum Learning, proses pembelajaran harus berlangsung
cepat dengan keberhasilan tinggi. Untuk itu, segala hambatan dan halangan yang
dapat melambatkan proses pembelajaran harus disingkirkan, dihilangkan, atau
dieliminasi. Di sini berbagai kiat, cara, dan teknik dapat dipergunakan,
misalnya pencahayaan, iringan musik, suasana yang menyegarkan, lingkungan yang
nyaman, penataan tempat duduk yang rileks, dan sebagainya. Jadi, segala sesuatu
yang menghalangi pemercepatan pembelajaran harus dihilangkan pada satu sisi dan
pada sisi lain segala sesuatu yang mendukung pemercepatan pembelajaran harus
diciptakan dan dikelola sebaik-baiknya.
7.
Sangat menekankan kealamiahan dan
kewajaran proses pembelajaran, bukan keartifisialan atau keadaan yang
dibuat-buat. Kealamiahan dan kewajaran menimbulkan suasana nyaman, segar,
sehat, rileks, santai, dan menyenangkan, sedang keartifisialan dan
kepura-puraan menimbulkan suasana tegang, kaku, dan membosankan. Karena itu,
pembelajaran harus dirancang, disajikan, dikelola, dan difasilitasi sedemikian
rupa sehingga dapat diciptakan atau diwujudkan proses pembelajaran yang alamiah
dan wajar. Di sinilah para perancang dan pelaksana pembelajaran harus bekerja
secara proaktif dan suportif untuk menciptakan kealamiahan dan kewajaran proses
pembelajaran.
8.
Quantum Learning sangat menekankan
kebermaknaan dan kebermutuan proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang
tidak bermakna dan tidak bermutu membuahkan kegagalan, dalam arti tujuan
pembelajaran tidak tercapai. Sebab itu, segala upaya yang memungkinkan
terwujudnya kebermaknaan dan kebermutuan pembelajaran harus dilakukan oleh
pengajar atau fasilitator. Dalam hubungan inilah perlu dihadirkan pengalaman
yang dapat dimengerti dan berarti bagi pembelajar, terutama pengalaman
pembelajar perlu diakomodasi secara memadai. Pengalaman yang asing bagi
pembelajar tidak perlu dihadirkan karena hal ini hanya membuahkan kehampaan
proses pembelajaran. Untuk itu, dapat dilakukan upaya membawa dunia pembelajar
ke dalam dunia pengajar pada satu pihak dan pada pihak lain mengantarkan dunia
pengajar ke dalam dunia pembelajar. Hal ini perlu dilakukan secara seimbang.
9.
Memiliki model yang memadukan
konteks dan isi pembelajaran. Konteks pembelajaran meliputi suasana yang
memberdayakan, landasan yang kukuh, lingkungan yang menggairahkan atau
mendukung, dan rancangan belajar yang dinamis. Isi pembelajaran meliputi
penyajian yang prima, pemfasilitasan yang lentur, keterampilan belajar untuk
belajar, dan keterampilan hidup. Konteks dan isi ini tidak terpisahkan, saling
mendukung, bagaikan sebuah orkestra yang memainkan simfoni. Pemisahan keduanya
hanya akan membuahkan kegagalan pembelajaran. Kepaduan dan kesesuaian keduanya
secara fungsional akan membuahkan keberhasilan pembelajaran yang tinggi;
ibaratnya permainan simfoni yang sempurna yang dimainkan dalam sebuah orkestra.
10.
Memusatkan perhatian pada
pembentukan keterampilan akademis, keterampilan hidup, dan prestasi fisikal
atau material. Ketiganya harus diperhatikan, diperlakukan, dan dikelola secara
seimbang dan relatif sama dalam proses pembelajaran, tidak bisa hanya salah
satu di antaranya. Dikatakan demikian karena pembelajaran yang berhasil bukan
hanya terbentuknya keterampilan akademis dan prestasi fisikal pembelajar, namun
lebih penting lagi adalah terbentuknya keterampilan hidup pembelajar. Untuk
itu, kurikulum harus disusun sedemikian rupa sehingga dapat terwujud kombinasi
harmonis antara keterampilan akademis, keterampilan hidup, dan prestasi
fisikal.
11.
Menempatkan nilai dan keyakinan
sebagai bagian penting proses pembelajaran. Tanpa nilai dan keyakinan tertentu,
proses pembelajaran kurang bermakna. Untuk itu, pembelajar harus memiliki nilai
dan keyakinan tertentu yang positif dalam proses pembelajaran. Di samping itu,
proses pembelajaran hendaknya menanamkan nilai dan keyakinan positif dalam diri
pembelajar. Nilai dan keyakinan negatif akan membuahkan kegagalan proses
pembelajaran. Misalnya, pembelajar perlu memiliki keyakinan bahwa kesalahan
atau kegagalan merupakan tanda telah belajar; kesalahan atau kegagalan bukan
tanda bodoh atau akhir segalanya. Dalam proses pembelajaran dikembangkan nilai
dan keyakinan bahwa hukuman dan hadiah (punishment dan reward)
tidak diperlukan karena setiap usaha harus diakui dan dihargai. Nilai dan
keyakinan positif seperti ini perlu terus-menerus dikembangkan dan dimantapkan.
Makin kuat dan mantap nilai dan keyakinan positif yang dimiliki oleh
pembelajar, kemungkinan berhasil dalam pembelajaran akan makin tinggi.
12.
Mengutamakan keberagaman dan
kebebasan, bukan keseragaman dan ketertiban. Keberagaman dan kebebasan dapat
dikatakan sebagai kata kunci selain interaksi. Di sinilah perlunya diakui
keragaman gaya belajar siswa atau pembelajar, dikembangkannya aktivitas-aktivitas
pembelajar yang beragam, dan digunakannya bermacam-macam kiat dan metode
pembelajaran. Pada sisi lain perlu disingkirkan penyeragaman gaya belajar
pembelajar, aktivitas pembelajaran di kelas, dan penggunaan kiat dan metode
pembelajaran.
13.
Mengintegrasikan totalitas tubuh
dan pikiran dalam proses pembelajaran. Aktivitas total antara tubuh dan pikiran
membuat pembelajaran bisa berlangsung lebih nyaman dan hasilnya lebih optimal.
D. Prinsip Model Pembelajaran Quantum
1.
Segalanya berbicara
Segala hal baik
itu dari lingkungan kelas/sekolah hingga bahasa tubuh guru
maupun siswa, lembar kerja yang dibagikan kepada
siswa hingga rancangan pembelajaran, semua mengirim pesan tentang
belajar dan mencerminkan pembelajaran yang dilaksanakan. Cara guru dalam bersikap
pada setiap siswa ternyata juga mempengaruhi minat belajar siswa, siswa akan
cenderung malas untuk mengikuti pelajaran karena secara emosional mereka merasa
diperlakukan berbeda-beda oleh guru mereka. Untuk meredam hal tersebut
diharapkan pada guru untuk senantiasa bersikap sama pada semua siswa, karena
tentunya semua siswa memiliki kecerdasan yang berbeda-beda. Guru hendaknya juga
harus mampu memahami emosi setiap siswanya. Jika guru mampu memahami keadaan
emosi tiap siswa dan mampu membangun ikatan emosional baik itu menciptakan
kesenangan dalam belajar, menjalin hubungan dan menyingkirkan segala macam
ancaman dari suasana belajar, maka hal tersebut dapat memeprcepat pembelajaran
dalam diri siswa.
2.
Segalanya bertujuan
Hal ini mengandung arti
bahwa semua upaya yang dilakukan oleh guru dalam menggubah dan
mengelola kelas mempunyai tujuan, yaitu agar siswa dapat belajar secara
optimal untuk mencapai prestasi yang tertinggi. Untuk itu dalam suatu
komunitas belajar apabila ingin berjalan dengan optimal maka harus ada tujuan
yang sama yang ingin dicapai. Untuk mencapai tujuan yang dikehendaki tersebut
guru diharapkan mampu mengkomunikasikan tujuan belajar itu pada siswa dengan
baik dan penuh keyakinan. Agar tujuan belajar yang diharapkan bukan hanya guru
saja yang mengusahakan, tapi siswa juga berperan sangat penting dalam
mewujudkan tujuan belajarnya sesuai dengan kemampuan dan kecakapan siswa
masing-masing. Guru berperan sebagai pelatih siswa yang memantau dan memberikan
semangat serta memberi umpan balik pada siswa mengenai kemajuan yang telah
siswa lakukan.
3.
Pengalaman sebelum
pemberian nama
Proses belajar paling
efektif terjadi ketika siswa telah mengalami dan memperoleh informasi
terlebih dahulu apa yang akan dipelajarai sebelum mereka memperoleh nama
untuk apa yang mereka pelajari. Ini diilhami bahwa tak akan berkembang pesat
jika adanya rangsangan yang kompleks yang selanjutnya akan menggerakkan rasa
keingintahuan. Pengalaman juga menciptakan pertanyaan mental yang harus
dijawab, seperti, mengapa? Bagaimana? Apa? Jadi, pengalaman mebangun
keingintahuan siswa, menciptakan pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam benak
siswa, membuat siswa penasaran dengan materi yang diajarkan (Deporter, 2014).
4.
Akui setiap usaha
Setiap mengambil
langkah belajar, siswa perlu mendapat pengakuan atas kecakapan dan
kepercayaan diri mereka baik itu berupa pujian atas usaha mereka ataupun
ungkapan penyemangat. Dalam pembelajaran quantum tidak dikenal istilah “gagal”,
yang ada hanyalah hasil dan umpan balik. Setiap hasil adalah prestasi dan
masing-masing akan menjadi umpan balik demi pencapaian hasil yang tepat sebagaimana diharapkan.
karena belajar diartikan sebagai usaha yang mengandung resiko untuk keluar dari
zona kenyamanan untuk membongkar pengetahuan sebelumnya.
5.
Jika layak dipelajari,
layak pula dirayakan
Perayaan memberikan
umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan
belajar. Segala sesuatu yang telah dipelajari oleh siswa sudah pasti layak
pula dirayakan keberhasilannya. Merayakan kerja keras siswa dalam belajar akan
mendorong siswa memperkuat rasa tanggung jawab dan mengawali peoses belajar
mereka sendiri. Perayaan akan mengajarkan pada siswa mengenai motivasi yang
hakiki tanpa insentif. Siswa akan menanti kegiatan belajar, sehingga pendidikan
mereka lebih dari sekedar mencapai nilai tertentu, karena mereka tahu bahwa
setiap langkah itu amat berarti (Deporter, 2014). Perayaan membangun keinginan
untuk sukses, tidak lah sulit mewujudkan suatu perayaan atas keberhasilan
siswa, bisa dnegan cara sederhana yaitu dnegan Tepuk tangan, kejutan, pengakuan
kekuatan, ataupun pujian.
E. Kerangka Model Pembelajaran Quantum
Kerangka perancangan
pembelajaran Quantum kemudian dinamakan dengan TANDUR.
a. Tumbuhkan
Tahap menumbuhkan minat
siswa terhadap pembelajaran yang akan dilakukan. Melalui tahap ini, guru
berusaha mengikutsertakan siswa dalam proses belajar. Motivasi yang kuat
membuat siswa tertarik untuk mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran. Tahap
tumbuh bisa dilakukan untuk menggali permasalahan terkait dengan materi yang
akan dipelajari, menampilkan suatu gambaran atau benda nyata, cerita pendek
atau video.
b. Alami
Alami merupakan tahap
ketika guru menciptakan atau mendatangkan pengalaman yang dapat dimengerti
semua siswa. Tahap ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan
pengetahuan awal yang telah dimiliki. Selain itu, tahap ini juga untuk
mengembangkan keinginantahuan siswa. Tahap alami bisa dilakukan dengan
mengadakan pengamatan.
c. Namai
Tahap namai merupakan
tahap memberikan kata kunci, konsep, model, rumus, atau strategi atasp
pengalaman yang telah diperoleh siswa. Dalam tahap ini siswa dengan bantuan
guru berusaha menemukan konsep atas pengalaman yang telah dilewati. Tahap
penamaan memacu struktur kognitif siswa untuk memberikan identitas, menguatkan,
dan mendefinisikan atas apa yang telah dialaminya. Proses penamaan dibangun
atas pengetahuan awal dan keingintahuan siswa saat itu. Penamaan merupakan saat
untuk mengajarkan konsep kepada siswa. Pemberian nama setelah pengalaman akan
menjadi sesuatu lebih bermakna dan berkesan bagi siswa. Untuk membantu penamaan
dapat digunakan susunan gambar, warna alat bantu, kertas tulis, dan poster
dinding.
d. Demonstrasikan
Tahap demontrasi
memberikan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan ke dalam pembelajaran yang
lain dan ke dalam kehidupan mereka. Tahap ini menyediakan kesempatan kepada siswa
untuk menunjukan apa yang mereka ketahui. Tahap demonstrasi bisa dilakukan
dengan penyajian di depan kelas, permainan, menjawab pertanyaan, dan
menunjukkan hasil pekerjaan.
e. Ulangi
Pengulangan akan
memperkuat koneksi saraf sehingga menguatkan struktur kognitif siswa. Semakin
sering dilakukan pengulangan, pengetahuan akan semakin mendalam. Bisa dilakukan
dengan menegaskan kembali pokok materi pelajaran, member kesempatan siswa untuk
mengulang pelajaran dengan teman lain atau melalui latihan soal.
f. Rayakan
Rayakan merupakan wujud
pengakuan untuk menyelesaikan partisipasi dan memperoleh keterampilan dalam
ilmu pengetahuan. Bisa dilakukan dengan pujian, tepuk tangan, dan bernyanyi
bersama.
F. Model-Model Metode Pembelajaran
Quantum
a. Peta konsep
Peta
konsep sebagai teknik belajar efektif. Peta konsep disini lebih menunjukkan
pada keuangan ide-ide pikiran sebagai catatan dalam grafis sebagai salah satu
teknik belajar efektif. Peta konsep berupa ide pemikiran yang di tuangkan dalam
bentuk gambaran atau grafik.
b. Teknik Memori
Teknik
memori adalah teknik memasukkan informasi ke dalam otak sesuai dengan cara
kerja otak (brain-based technique). Dalam teknik ini perlu meningkatkan
efektifitas dan efisiensi otak dalam menyerap dan menyimpan informasi.
c. Melatih Imajinasi
Jika
kita dapat melatih imajinasi berarti otak kanan kita aktif dengan baik. Untuk
mencapai hasil maksimal kita perlu memberdayakan dan menyeimbangkan penggunaan
otak kiri dan kanan.
d. Teknik Rantai Kata
Teknik
ini menggunakan cara menyambung atau merantai kata menjadi cerita yang mudah
kita hafalkan
G.
Kelebihan Model Pembelajaran Quantum
a.
Dapat
membimbing peserta didik kearah berfikir yang sama dalam satu saluran pikiran
yang sama.
b.
Karena
Quantum Teaching lebih melibatkan siswa, maka saat proses pembelajaran perhatian
murid dapat dipusatkan kepada hal-hal yang dianggap penting oleh guru, sehingga
hal yang penting itu dapat diamati secara teliti.
c.
Karena
gerakan dan proses dipertunjukan maka tidak memerlukan keterangan-keterangan
yang banyak.
d.
Proses
pembelajaran menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.
e.
Siswa
dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan,
dan dapat mencoba melakukannya sendiri
f.
Karena
model pembelajaran Quantum Teaching membutuhkan kreativitas dari seorang guru
untuk merangsang keinginan bawaan siswa untuk belajar, maka secara tidak
langsung guru terbiasa untuk berfikir kreatif setiap harinya.
g.
Pelajaran
yang diberikan oleh guru mudah diterima atau dimengerti oleh siswa.
H.
Kelemahan Model Pembelajaran Quantum
a.
Model
ini memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang disamping memerlukan waktu
yang cukup panjang, yang mungkin terpaksa mengambil waktu atau jam pelajaran
lain.
b.
Fasilitas
seperti peralatan, tempat dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan
baik.
c.
Karena
dalam metode ini ada perayaan untuk menghormati usaha seseorang siswa baik
berupa tepuk tangan, jentikan jari, nyanyian dll. Maka dapat mengganggu kelas
lain.
d.
Banyak
memakan waktu dalam hal persiapan.
e.
Model
ini memerlukan keterampilan guru secara khusus, karena tanpa ditunjang hal itu,
proses pembelajaran tidak akan efektif.
f.
Agar
belajar dengan model pembelajaran ini mendapatkan hal yang baik diperlukan
ketelitian dan kesabaran. Namun kadang-kadang ketelitian dan kesabaran itu
diabaikan. Sehingga apa yang diharapkan tidak tercapai sebagaimana mestinya.
Adapun yang ingin penulis diskusikan yaitu:
1. Bagaimana ciri-ciri guru dalam berkomunikasi dalam model Quantum Learning ?
2. Bagaimana manfaat model pembelajaran Quantum ?
3. Bagaimana azas utama dalam model pembelajaran Quantum ?
saya akan menjawab pertanyaan no 3
BalasHapusBagaimana azas utama dalam model pembelajaran Quantum ?
asas utama model pembelajaran adalah membawa dunia siswa kedalam dunia guru, dan mengantarkan dunia guru kedunia siswa. subjek belajar adalaj siswa. guru hanya memfasilitator, sehingga guru arus memahami potensi siswa terlebih dahulu.
Saya setuju pernyataan dari saudari Zahara. Subjek dalam proses pembelajaran adalah siswa. Guru harus memahami potensi siswa terlebih dahulu. Terima kasih
HapusSaya akam membahas nomor 2
BalasHapusAdapun manfaat-manfaat yang akan diperoleh siswa dari pelaksanaan model quantum learning dalam kegiatan belajar mengajar adalah munculnya emosi positif, kekuatan otak, keberhasilan, dan kehormatan diri. Berbagai macam manfaat tersebut dapat muncul karena adanya konsep motivasi, langkah-langkah menumbuhkan minat, dan belajar aktif dalam penerapan quantum learning.
pertanyaan ke 2 manfaat model kuantum adalah : membantu para siswa memunculkan potensi membaca secara menyenangkan,meningkatkan pengetahuan yang lebih luas,meningkatkan kepercayaan diri,membangun sikap positif dalam membaca.
BalasHapusMenurut pendapat saya utk point 1, Secara garis besar pembelajaran yang menggunakan model Quantum Teaching menunjukkan ciri-ciri berbicara guru sebagai berikut.
BalasHapus1. Guru menggunakan musik dengan tujuan-tujuan tertentu.
2. Guru memanfaatan ikon-ikon sugestif.
Penggunaan ”stasiun-stasiun kecerdasan” untuk memudahkan siswa belajar sesuai dengan modalitas kecerdasannya.
3. Guru menggunaan bahasa yang unggul.
Suasana belajar yang menyenangkan dan saling memberdayakan.
Mamfaat model kuantum
BalasHapusUntuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif, Untuk menciptakan proses belajar yang menyenangkan, Untuk menyesuaikan kemampuan otak dengan apa yang dibutuhkan oleh otak, Untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karir
Untuk membantu mempercepat dalam pembelajaran
pertanyaan anda sangat bagus, disini saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 3
BalasHapusbahwasanya azas Quantum teaching bersandar pada konsep: “Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita, dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka”. Maksudnya yaitu mengingatkan kita pada pentingnya memasuki dunia siswa/i sebagai langkah pertama. Untuk mendapatkan hak mengajar, pertama-tama kita sebagai pengajar harus membangun jembatan autentik memasuki kehidupan siswa/i. Sertifikat mengajar atau dokumen yang mengizinkan mengajar atau melatih hanya berarti bahwa memiliki wewenang untuk mengajar
saya akan menjawab pertanyaan nomor 2
BalasHapusBagaimana manfaat model pembelajaran Quantum? manfaat model quantum sangat berbeda dengan model pembelajaran lainnya, siswa/i dituntut untuk membentuk sikap dan meningkatkan ilmu pengetahuan yang baik pada psikomotorik anak serta menambah wawasan yang luas dalam mempelajari suatu hal yg baru. Model pembelajaran quantum prinsipnya sangat bagus dan menyenangkan bila diterapkan pada anak-anak disekolah
saya akan menanggapi pertanyaan no 3.
BalasHapusPembelajaran Quantum Teaching memiliki asas utama: “Bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka”. Maksud asas utama ini memberi pengertian bahwa langkah awal yang harus dilakukan dalam pengajaran yaitu mencoba memasuki dunia yang dialami oleh siswa. Cara yang dilakukan oleh seorang guru adalah dengan mengajarkan sebuah peristiwa, pikiran atau perasaan yang diperoleh dari kehidupan rumah, sosial, musik, seni, rekreasi atau akademis mereka. Setelah kaitan itu terbentuk, maka dapat membawa mereka ke dalam dunia kita dan memberi mereka pemahaman mengenai isi dunia itu. “Dunia Kita” dipeluas mencakup tidak hanya para siswa, tetapi juga guru. Akhirnya dengan pengertian yang lebih luas dan penguasaan lebih mendalam ini, siswa dapat membawa apa yang mereka pelajari ke dalam dunia mereka dan menerapkannya pada situasi baru.
dear sdra. ayu
BalasHapussaya akan menanggapi pertanyaan no 2 yaitu pembelajaran kuantum menciptakan potensi siswa untuk dapat inovasi pembelajaran baru
Sedikit tanggapan untuk soal no 2 Karena Quantum Teaching lebih melibatkan siswa, maka saat proses pembelajaran perhatian murid dapat dipusatkan kepada hal-hal yang dianggap penting oleh guru, sehingga hal yang penting itu dapat diamati secara teliti.
BalasHapusSedikit tanggapan untuk soal no 2 Karena Quantum Teaching lebih melibatkan siswa, maka saat proses pembelajaran perhatian murid dapat dipusatkan kepada hal-hal yang dianggap penting oleh guru, sehingga hal yang penting itu dapat diamati secara teliti.
BalasHapusSedikit tanggapan untuk soal no 2 Karena Quantum Teaching lebih melibatkan siswa, maka saat proses pembelajaran perhatian murid dapat dipusatkan kepada hal-hal yang dianggap penting oleh guru, sehingga hal yang penting itu dapat diamati secara teliti.
BalasHapusAssalamualaikum, baiklah saya akan menjawab permasalahan rahayu di nomer 2.
BalasHapusSetiap model pembelajaran pasti memiliki kelebihan dalam prosesnya begitu juga dengan model pembelajaran quantum teaching. Adapun kelebihannya antara lain :
1) Dapat membimbing siswa ke arah berpikir yang sama dalam satu saluran pikiran yang sama.
2) Karena quantum teaching lebih melibatkan siswa, saat proses pembelajaran perhatian siswa dapat dipusatkan kepada hal-hal yang dianggap penting oleh guru sehingga hal yang penting itu dapat diamati secara teliti.
3) Karena gerakan dan proses dipertunjukkan maka tidak memerlukan keterangan-keterangan yang banyak.
4) Proses pembelajaran menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.
5) Siswa didorong untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan dan dapat mencoba melakukannya sendiri.
6) Karena model pembelajaran quantum teaching membutuhkan kreativitas dari seorang guru untuk merangsang keinginan bawaan siswa untuk belajar, secara tidak langsung guru terbiasa untuk berfikir kreatif setiap harinya.
7) Pelajaran yang diberikan oleh guru mudah diterima atau dimengerti oleh siswa
Sependapat dengan nana afriyani kelebihan dari model kuantum yang sudah dipaparkan. Dan sangat menginspirasi sehingga ingin coba diterapkan di kelas.
Hapusasas utama model pembelajaran adalah membawa dunia siswa kedalam dunia guru, dan mengantarkan dunia guru kedunia siswa. subjek belajar adalaj siswa. guru hanya memfasilitator, sehingga guru arus memahami potensi siswa terlebih dahulu
BalasHapusSaya ingin mengomentari pertanyaan yang kedua, Quantum learning merupakan salah satu pengajaran yang menuntut adanya kebebasan, santai, menakjubkan, menyenangkan, dan menggairahkan. Karakteristik dalam model pembelajaran quatum learning yaitu penataan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan serta menggunakan iringan musik yang disesuaikan dengan suasana hati. Jadi quantum learning adalah pembelajaran yang menyenangkan.
BalasHapusManfaat belajar kuantum antara lain :
BalasHapusSuasana kelas menyenangkan sehingga peserta didik bergairah belajar.
Siswa dapat memanfaatkan segala sesuatu yang ada di sekelilingnya sebagai pendorong belajar.
Siswa belajar sesuai denagn gaya belajar masing-masing.
Apapun yang dilakukan oleh siswa sepatutnya dihargai.
Terimakasih untuk artikel yang bermanfaat ini
BalasHapus