Selasa, 18 September 2018

PEMBELAJARAN SAINS ABAD 21



Paradigma pembelajaran abad 21 menekankan kepada kemampuan siswa untuk berpikir kritis, mampu menghubungkan ilmu dengan dunia nyata, menguasai teknologi informasi komunikasi, dan berkolaborasi. Pencapaian ketrampilan tersebut dapat dicapai dengan penerapan metode pembelajaran yang sesuai dari sisi penguasaan materi dan ketrampilan. Kemampuan berpikir kritis siswa dibangun melalui pembelajaran yang menerapkan taksonomi pembelajaran sebagaimana disampaikan oleh Benyamin Bloom tahun 1956 yang telah direvisi pada tahun 2001. Bloom membagi tujuan pendidikan menjadi tiga ranah yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Tujuan pendidikan mengalami penyempurnaan pada tahun 2001 (Anderson dan Krathwohl, 2001). Taksonomi pembelajaran dikelompokan dalam dimensi pengetahuan dan dimensi proses kognitif.
Dimensi proses pengetahuan terdiri empat bagian yaitu faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif. Krathwohl (2002), Anderson & Krathwohl (2001) menyebutkan bahwa pengetahuan faktual menekankan pada pengetahuan faktual, yaitu pengetahuan yang berupa potongan-potongan informasi yang terpisah-pisah atau unsur dasar yang ada dalam suatu disiplin ilmu tertentu, yang mencakup pengetahuan tentang terminologi dan pengetahuan tentang bagian detail. Pengetahuan faktual menyajikan fakta-fakta yang muncul dalam pengetahuan. Pengetahuan konseptual, yaitu pengetahuan yang menunjukkan saling keterkaitan antara unsur-unsur dasar dalam struktur yang lebih besar dan semuanya berfungsi sama-sama, yang mencakup skema, model pemikiran dan teori. Pengetahuan prosedural, yaitu pengetahuan tentang bagaimana mengerjakan sesuatu, baik yang bersifat rutin maupun yang baru, dan Pengetahuan metakognitif, yaitu mencakup pengetahuan tentang kognisi secara umum dan pengetahuan tentang diri sendiri.
Dimensi poses pengetahuan terbagi dalam tiga yaitu kognitif, afektif dan psikomotor (Anderson & Krathwohl, 2001:67-68) ranah kognitif terbagi dalam enam tingkat yaitu : 1) mengingat (remember) : mengambil, mengakui, dan mengingat pengetahuan yang relevan dari memori jangka panjang; 2) memahami (understand): membangun makna dari lisan, pesan tertulis, dan grafis melalui menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasi, meringkas, menyimpulkan, membandingkan, dan menjelaskan; 3) menerapkan (apply): melaksanakan atau menggunakan prosedur melalui pelaksana, atau menerapkan; 4) menganalisis (analyze): breaking materi menjadi bagian-bagian penyusunnya, menentukan bagaimana bagian-bagian berhubungan satu sama lain dan yang secara keseluruhan struktur atau tujuan melalui membedakan, mengorganisasikan, dan menghubungkan; 5) evaluasi (evaluate): membuat penilaian berdasarkan kriteria dan standar melalui memeriksa dan mengkritisi; dan 6) menciptakan (create): menempatkan elemen bersama-sama untuk membentuk suatu kesatuan yang utuh atau fungsional, reorganisasi elemen ke pola baru atau struktur melalui menghasilkan, perencanaan, atau menghasilkan.
Cara/teknik pembelajaran yang digunakan untuk memfasilitasi pembelajaran abad 21 ini meliputi:
1.      pembelajaran yang berpusat pada peserta didik,
2.      multi interaksi dalam proses pendidikan,
3.      lingkungan belajar yang lebih luas,
4.      peserta didik aktif menyelidiki dalam proses belajar,
5.      apa yang dipelajari kontekstual dengan anak,
6.      pembelajaran berbasis tim,
7.      objek yang dipelajari relevan dengan kebutuhan anak,
8.      semua indera anak didayagunakan dalam proses belajar,
9.      menggunakan multimedia (khususnya ICT),
10.  hubungan guru dengan siswa adalah kerjasama untuk belajar bersama,
11.  peserta didik belajar sesuai dengan kebutuhan individual, sehingga layanan pembelajaran lebih individual juga,
12.  kesadaran jamak (bukan individual),
13.  multi displin,
14.  otonomi dan kepercayaan,
15.  mengembangkan pemikiran kreatif dan kritis,
16.  guru dan siswa sama-sama saling belajar.

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah merubah gaya hidup manusia, baik dalam bekerja, bersosialisasi, bermain maupun belajar. Memasuki abad 21 kemajuan teknologi tersebut telah memasuki berbagai sendi kehidupan, tidak terkecuali dibidang pendidikan. Pendidik dan peserta didik dituntut memiliki kemampuan belajar mengajar di abad 21 ini. Sejumlah tantangan dan peluang harus dihadapi siswa dan guru agar dapat bertahan dalam abad pengetahuan di era informasi ini.Pendidikan Nasional abad 21 bertujuan untuk mewujudkan cita-cita bangsa, yaitu masyarakat bangsa Indonesia yang sejahtera dan bahagia, dengan kedudukan yang terhormat dan setara dengan bangsa lain dalam dunia global, melalui pembentukan masyarakat yang terdiri dari sumber daya manusia yang berkualitas, yaitu pribadi yang mandiri, berkemauan dan berkemampuan untuk mewujudkan cita-cita bangsanya.
Pergeseran paradigma pendidikan abad 21 menurut laporan BSNP tahun 2010 dalam Wasitohadi (BSNP, 2010: Kemdikbud, 2012) meliputi:
1.      Dari berpusat pada guru menuju berpusat pada siswa;
2.      Dari satu arah menuju interaktif;
3.      Dari isolasi menuju lingkungan jejaring;
4.      Dari pasif menuju aktif menyelidiki;
5.      Dari maya/abstrak menuju konteks dunia nyata;
6.      Dari pembelajaran pribadi menjadi menuju pembelajaran berbasis tim.
7.      Dari luas menuju perilaku khas memberdayakan kaidah keterikatan;
8.      Dari stimulasi rasa tunggal menuju stimulasi ke segala penjuru;
9.      Dari hubungan satu arah bergeser menuju kooperatif.
10.  Dari produksi massa menuju kebutuhan pelanggan;
11.  Dari usaha sadar tunggal menuju jamak.
Dalam uji publik kurikulum 2013 mengenai pergeseran paradigma belajar dengan mempertimbangkan beberapa ciri abad 21 serta penerapan model pembelajaran yang sesuai. Berikut pergeseran paradigma pembelajaran yang tercermin dari ciri-ciri abad 21 dan model pembelajaran yang disesuaikan
1.      Informasi (kapan dan di mana saja), dalam penerapan pembelajaran di kelas pembelajaran diarahkan untuk mendorong peserta didik untuk mencari tahu dari berbagai sumber, bukan hanya diberi tahu
2.      Komputasi (lebih cepat memakai mesin), artinya pelaksanaan pembelajaran diarahkan untuk mampu merumuskan masalah (menanya) , bukan hanya menyelesaikan masalah (menjawab masalah yang ada)
3.      Otomasi (menjangkau segala pekerjaan rutin), artinya pembelajarahkan untuk mampu berpiikir analitis dalam pengambilan keputusan, bukan berfikir mekanistis (rutin)
4.      Komunikasi (dari mana dan kapan saja), artinya pembelajaran menekankan pentingnya kerjasama dan berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah.


Menurut Jennifer Nichols dalam Rohim , Bima dan Julian [2016] menyederhanakannya ke dalam 4 prinsip pokok pembelajaran abad ke 21 yang dijelaskan dan dikembangkan berikut ini:
1.      Instruction should be student-centered
Pengembangan pembelajaran seyogyanya menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Siswa ditempatkan sebagai subyek pembelajaran yang secara aktif mengembangkan minat dan potensi yang dimilikinya. Siswa tidak lagi dituntut untuk mendengarkan dan menghafal materi pelajaran yang diberikan guru, tetapi berupaya mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya, sesuai dengan kapasitas dan tingkat perkembangan berfikirnya, sambil diajak berkontribusi untuk memecahkan masalahmasalah nyata yang terjadi di masyarakat.
2.      Education should be collaborative
Siswa harus dibelajarkan untuk bisa berkolaborasi dengan orang lain. Berkolaborasi dengan orang-orang yang berbeda dalam latar budaya dan nilai-nilai yang dianutnya. Dalam menggali informasi dan membangun makna, siswa perlu didorong untuk bisa berkolaborasi dengan teman-teman di kelasnya. Dalam mengerjakan suatu proyek, siswa perlu dibelajarkan bagaimana menghargai kekuatan dan talenta setiap orang serta bagaimana mengambil peran dan menyesuaikan diri secara tepat dengan mereka.
3.      Learning should have context
Pembelajaran tidak akan banyak berarti jika tidak memberi dampak terhadap kehidupan siswa di luar sekolah. Oleh karena itu, materi pelajaran perlu dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Guru mengembangkan  yang memungkinkan siswa terhubung dengan dunia nyata [real word]. Guru membantu siswa agar dapat menemukan nilai, makna dan keyakinan atas apa yang sedang dipelajarinya serta dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehariharinya. Guru melakukan penilaian kinerja siswa yang dikaitkan dengan dunia nyata.
4.      Schools should be integrated with society
Dalam upaya mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang bertanggung jawab, sekolah seyogyanya dapat memfasilitasi siswa untuk terlibat dalam lingkungan sosialnya. Misalnya, mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat, dimana siswa dapat belajar mengambil peran dan melakukan aktivitas tertentu dalam lingkungan sosial. Siswa dapat dilibatkan dalam berbagai pengembangan program yang ada di masyarakat, seperti: program kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, dan sebagainya. Selain itu, siswa perlu diajak pula mengunjungi panti-panti asuhan untuk melatih kepekaan empati dan kepedulian sosialnya.

Dari pemaparan mengenai pembelajaran sains abad 21, adapun yang ingin penulis diskusikan yaitu:
1.    Bagaimana strategi pembelajaran yang dapat memfasilitasi siswa dalam pembelajaran sains abad 21 ?
2.      Bagaimana tantangan guru yang dapat mempengaruhi pembelajaran sains abad 21 ?
3.      Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan pembelajaran sains abad 21 ?


11 komentar:

  1. Saya akan coba menjawab pertanyaan no.3 Yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan pembelajaran sains abad 21 adalah strategi pembelajaran yg digunakan harus dapat memfasilitasi siswa dalam mencapai kecakapan abad 21 diantaranya yaitu aktivitas pembelajaran yg variatif, pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan pemahaman dan kolaboratif.

    BalasHapus
  2. Saya akan mengomentari nomer 2
    Apa saja tantangan yg akan di hadapi guru dalam pembelajaran abad 21 adalah diantaranya guru mau tidak mau harus menguasai cara penerapan Twknologi informasi dan juga guru dihadapkan dengan banyak sekali informasi2 yg berkaitan dg materi pembelajaran. Selain itu guru juga harus pintar memilah-milah informasi agar tidak salah mendapat informasi.

    BalasHapus
  3. Saya akan menanggapi pertanyaan no 2
    Bagaimana tantangan guru yang dapat mempengaruhi pembelajaran sains abad 21 yaitu pengaruh ilmu dan teknologi, nil seiring dengan sentralnya peranan iptek, perkembangan industri berbasis iptek akan berkembang dengan cepat
    pembelajaran kita lebih banyak pada hafalan ,sehingga siswa kita sulit untuk menjawab soal, artinya tantangan bagi guru yaitu mengurangi gaya pembelajaran bersifat menghafal karena menurutnya kemampuan ini sudah tidak cocok lagi untuk pembelajaran Abad 21.

    BalasHapus
  4. Saya akan membahas nomor terakhir, hal yang paling penting adalah keterampilan guru, seperti:
    Penguasaan bahan pelajaran
    Cinta kepada yang diajarkan
    Pengalaman pribadi dan pengetahuan yang telah dimiliki siswa
    Variasi mode
    Seorang guru harus menyadari bahwa dirinya tidak mungkin menguasai dan mendalami semua bahan pelajaran sehingga harus terus menambah ilmunya serta meningkatkan kemampuan mengajar
    Bila guru mengajar harus selalu memberikan pengetahuan yang aktual dan dipersiapkan sebaik-baiknya
    Guru harus berani memberikan pujian
    Guru harus mampu menimbulkan semangat belajar secara individual

    BalasHapus
  5. Menanggapi pertanyaan nomor 2 tantangan guru dalam abad 21 guru di tuntut untuk menguasai sistem teknologi dan informasi yang akurat.dan guru harus memiliki jiwa kecerdasan yang amat lebih lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat setuju dengan pernyataan saudari Laila. Bahwa guru tidak hanya berpangku tangan. Guru harus mengembang potensi diri. Bisa didapat melalui pelatihan. Seminar2 maupun teknologi.untuk menambah kompetensi maupun wawasannya terima kasih

      Hapus
  6. Saya akan menjawab pertanyaan nomor 3. Hal hal yang harus diperhatikan dalam mengembngkan pembelajaran abad 21 adalah penguasaan IPTEK.
    Terus menempa diri untuk terus berinovasi dalam proses pembelajaran, selalu belajar dan memfilter hal hal baru yang penting untuk menunjang keberhasilan pembelajaran.

    BalasHapus
  7. Sya akan menanggapi no 2
    Tantangannya yaitu pesat nya perkembangan IT di abad 21 dan sebagai guru pun kita hrus mengikuti perkembangan zaman pada abad 21, guru harus memahami penggunaan IT dan berpikir kritis terhadap informasi"yang ada dikalangan masyarakat. Guru jg hrus bnyak"mencari informasi seputar materi yg akan dismpaikan sebaagi bahan referensi

    BalasHapus
  8. Yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan pembelajaran sains abad 21 adalah strategi pembelajaran yg digunakan harus dapat memfasilitasi siswa dalam mencapai kecakapan abad 21 diantaranya yaitu aktivitas pembelajaran yg variatif, pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan pemahaman dan kolaboratif

    BalasHapus
  9. banyak komentar yang menanggapi pertanyaan nomor 2. saya setuju dengan komentar diatas.
    menambahkan mengenai tantangan yang dihadapi guru dalam pembelajaran abad 21 adalah karakter siswa. saat ini telah terjadi pergeseran nilai dan sikap siswa. sehingga selain asspek kognitif guru juga perlu memperhatikan pembelajaran pada aspek sikap dan psikomotor

    BalasHapus
  10. Pada no.1 strategi dpaat melengkapi model pembelajaran .. yang memfasilitasi adalah sarana dan prasarana yang mendukung dalam penerapan model tsb.

    BalasHapus